Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

Vespa di Indonesia bagaikan musik dangdut. Berakar dari luar lalu mengalami metamorfosa dan melahirkan budaya baru, jauh dari citra awal. Penandanya hanya satu, merek yang mengingatkan orang pada negara asal, Italia.

Beberapa media ternama asing pernah mengangkat keunikan komunitas vespa gembel di Indonesia. Dengan modifikasi nan ekstrim, menanggalkan gaya pabrikan negeri asal lalu dipermak habis sesuai imajinasi sang empunya. Hasilnya mungkin mengingatkan pada gaya 'amburadul' film Mad Max, namun memunculkan potret budaya yang baru, yang lebih khas dari negeri sendiri.

Pemanfaatan vespa sebagai legitimasi sebuah kreatifitas sekaligus jati diri budaya baru memang tak ada habisnya. Tidak terbatas pada modifikasi untuk dikendarai, tapi juga menciptakan hal baru dari setiap onderdilnya. Hasilnya sangat unik: instrumen musik vespa.

Adalah Iwan Loncenk yang memelopori musik rongsokan onderdil motor Vespa ini. Grup 282 Black Percussion Scooter ini lahir 31 Desember 2010, di Padepokan Seni Kota Bandung, Jln. Peta 209. Nama ini diambil dari sebuah nama sanggar K282 (Kelompok 282) bekerja sama dengan Black Scooters.

Abah Richard, pentolan Black Scooter Bandung yang menyambut dan membantu mewujudkan ide Iwan memanfaatkan onderdil bekas vespa yang menumpuk agar dijadikan bermacam alat musik.


"Saat itu hanya berupa tatakolan (Vespavora). Kemudian dari hari kehari, dari minggu keminggu, dari bulan kebulan, saya mencoba untuk menyempurnakan suku cadang Vespa untuk bisa bernada, baik diatonis maupun pentatonis. Dengan semangat hobi akhirnya saya menemukan 23 item dari suku cadang Vespa menjadi alat musik," ungkap Iwan Loncenk.

Kini Iwan berhasil membuat berbagai alat musik unik. Misalnya flute (alat tiup) terbuat dari keran bensin vespa tahun 62,  doom trompet (alat tiup) terbuat dari knalpot Chito, menjadikan suara sangkakala (terompet kematian), guitar (gitar elektrik) dari 1/2 mesin Vespa, Ba'n'ss (bass elektrik) terbuat dari pelak dan ban ukuran 10, vioul tank (alat gesek) dari tanki Vespa, lute siter tank (alat petik) kacapi siter dari tangki Vespa, dan lain sebagainya.

Kelompok musik 282 tersebut kemudian sering  pentas di berbagai acara di Bandung. Mungkin ada di antara kamu yang pernah melihat aksi mereka di panggung?














Ketika Vespa Menjelma Alat Musik Unik

Anton chang   at  23.52  No comments

Vespa di Indonesia bagaikan musik dangdut. Berakar dari luar lalu mengalami metamorfosa dan melahirkan budaya baru, jauh dari citra awal. Penandanya hanya satu, merek yang mengingatkan orang pada negara asal, Italia.

Beberapa media ternama asing pernah mengangkat keunikan komunitas vespa gembel di Indonesia. Dengan modifikasi nan ekstrim, menanggalkan gaya pabrikan negeri asal lalu dipermak habis sesuai imajinasi sang empunya. Hasilnya mungkin mengingatkan pada gaya 'amburadul' film Mad Max, namun memunculkan potret budaya yang baru, yang lebih khas dari negeri sendiri.

Pemanfaatan vespa sebagai legitimasi sebuah kreatifitas sekaligus jati diri budaya baru memang tak ada habisnya. Tidak terbatas pada modifikasi untuk dikendarai, tapi juga menciptakan hal baru dari setiap onderdilnya. Hasilnya sangat unik: instrumen musik vespa.

Adalah Iwan Loncenk yang memelopori musik rongsokan onderdil motor Vespa ini. Grup 282 Black Percussion Scooter ini lahir 31 Desember 2010, di Padepokan Seni Kota Bandung, Jln. Peta 209. Nama ini diambil dari sebuah nama sanggar K282 (Kelompok 282) bekerja sama dengan Black Scooters.

Abah Richard, pentolan Black Scooter Bandung yang menyambut dan membantu mewujudkan ide Iwan memanfaatkan onderdil bekas vespa yang menumpuk agar dijadikan bermacam alat musik.


"Saat itu hanya berupa tatakolan (Vespavora). Kemudian dari hari kehari, dari minggu keminggu, dari bulan kebulan, saya mencoba untuk menyempurnakan suku cadang Vespa untuk bisa bernada, baik diatonis maupun pentatonis. Dengan semangat hobi akhirnya saya menemukan 23 item dari suku cadang Vespa menjadi alat musik," ungkap Iwan Loncenk.

Kini Iwan berhasil membuat berbagai alat musik unik. Misalnya flute (alat tiup) terbuat dari keran bensin vespa tahun 62,  doom trompet (alat tiup) terbuat dari knalpot Chito, menjadikan suara sangkakala (terompet kematian), guitar (gitar elektrik) dari 1/2 mesin Vespa, Ba'n'ss (bass elektrik) terbuat dari pelak dan ban ukuran 10, vioul tank (alat gesek) dari tanki Vespa, lute siter tank (alat petik) kacapi siter dari tangki Vespa, dan lain sebagainya.

Kelompok musik 282 tersebut kemudian sering  pentas di berbagai acara di Bandung. Mungkin ada di antara kamu yang pernah melihat aksi mereka di panggung?














Continue Reading→

Selasa, 14 Mei 2013

Sejarah musik baru saja tercipta. Astronot sekaligus komandan Stasiun Luar Angkasa Chris Hadfield untuk pertama kalinya merekam video musiknya di ruang angkasa. Ia memetik gitar akustik dan menyanyikan lagu Space Oddity sebagai bentuk perpisahan khusus sebelum kembali ke bumi.

David Bowie, penyanyi asli lagu tersebut memberikan respon positif melalui twitter tak lama setelah Handfield mengumumkan peluncuran video tersebut via twitter juga pada hari Minggu.
www.cbc.ca
 
Video musik Hadfield tersebut diselingi dengan tembakan dari ISS yang mengelilingi bumi dan Hadfield melayang-layang dalam sebuah kapsul sambil bernyanyi dan main gitar. Video tersebut dibuat dengan bantuan dari Badan Antariksa Kanada serta musisi Kanada Emm Gryner, yang juga bermain untuk bandnya Bowie.



Hadfield yang doyan tweet
Hadfield meluncur ke angkasa dari Kazakhstan sebagai bagian dari Expedition 35 pada tanggal 19 Desember 2012 dan misi perintah ISS pada 13 Maret 2013.  Setelah bertugas, ia gemar membuat foto-foto galaksi lalu men-tweet ke lebih 800 ribu followernya.
www.philly.com
 
Ia pernah mengejutkan follower-nya dengan video memasak bayam di ruang angkasa. Selain itu, videonya yang tengah memeras kain lap di kehampaan gravitasi segera menyebar, menjaring lebih dari lima juta penonton selama beberapa waktu setelah video tersebut dipublikasikan.

"Siapa yang akan menyangka bahwa lima bulan jauh dari bumi akan membuat Anda merasa lebih dekat dengan banyak orang," kata Hadfield dalam sebuah video perjalananya.


Lihat videonya:


Sumber:
tempo.

Wah, Inilah Video Musik Pertama di Luar Angkasa

Anton chang   at  20.59  No comments

Sejarah musik baru saja tercipta. Astronot sekaligus komandan Stasiun Luar Angkasa Chris Hadfield untuk pertama kalinya merekam video musiknya di ruang angkasa. Ia memetik gitar akustik dan menyanyikan lagu Space Oddity sebagai bentuk perpisahan khusus sebelum kembali ke bumi.

David Bowie, penyanyi asli lagu tersebut memberikan respon positif melalui twitter tak lama setelah Handfield mengumumkan peluncuran video tersebut via twitter juga pada hari Minggu.
www.cbc.ca
 
Video musik Hadfield tersebut diselingi dengan tembakan dari ISS yang mengelilingi bumi dan Hadfield melayang-layang dalam sebuah kapsul sambil bernyanyi dan main gitar. Video tersebut dibuat dengan bantuan dari Badan Antariksa Kanada serta musisi Kanada Emm Gryner, yang juga bermain untuk bandnya Bowie.



Hadfield yang doyan tweet
Hadfield meluncur ke angkasa dari Kazakhstan sebagai bagian dari Expedition 35 pada tanggal 19 Desember 2012 dan misi perintah ISS pada 13 Maret 2013.  Setelah bertugas, ia gemar membuat foto-foto galaksi lalu men-tweet ke lebih 800 ribu followernya.
www.philly.com
 
Ia pernah mengejutkan follower-nya dengan video memasak bayam di ruang angkasa. Selain itu, videonya yang tengah memeras kain lap di kehampaan gravitasi segera menyebar, menjaring lebih dari lima juta penonton selama beberapa waktu setelah video tersebut dipublikasikan.

"Siapa yang akan menyangka bahwa lima bulan jauh dari bumi akan membuat Anda merasa lebih dekat dengan banyak orang," kata Hadfield dalam sebuah video perjalananya.


Lihat videonya:


Sumber:
tempo.

Continue Reading→

Discussion

.